Sebuah genangan air seharusnya tidak lebih dari sesuatu yang dilewati. Namun, tangan misterius menyeret Yuri ke dalamnya dan membawanya dari Jepang modern menuju Kekaisaran Het pada abad ke-14 sebelum Masehi. Tanpa memahami bahasa, politik, maupun alasan kedatangannya, ia langsung terjebak dalam perebutan takhta yang mematikan.
Yuri kemudian bergabung dengan Pangeran Kail untuk menghadapi pembunuh, konspirasi kerajaan, dan perang yang mengancam seluruh negeri. Keberanian serta tindakannya membuat masyarakat kuno mulai memujanya sebagai perwujudan Dewi Ishtar. Semakin besar pengaruhnya, semakin kuat pula ikatan yang terbentuk dengan Kail dan dunia tersebut. Ketika jalan pulang akhirnya mungkin ditemukan, Yuri harus memilih antara kehidupan yang pernah dimilikinya atau masa depan baru yang telah ia perjuangkan dengan darah dan keberanian.
